Wednesday, May 9, 2007

Tipu Daya Setan

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), Karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (QS. Fathir : 6)

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah : 208)


Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Nabi Muhammad Saw. membuat garis lurus di hadapan kami, kemudian beliau bersabda, “Ini adalah jalan Allah.” Kemudian beliau membuat garis-garis lagi di sisi kanan dan kirinya, kemudian bersabda, “Dan yang ini adalah beberapa garis, pada setiap garis setan selalu berusaha mengajak untuk melalui bersamanya.” Kemudian beliau membaca ayat,

“Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An’am : 153)

Dalam sebuah riwayat, diceritakan suatu ketika syaitan menghampiri seorang gadis dan mencekiknya hingga jatuh sakit. Kemudian, syaitan mempengaruhi serta meyakinkan hati keluarga gadis itu bahwa obat yang dapat menyembuhkan penyakitnya ada pada seorang rahib. Maka, mereka membawanya kepada rahib tersebut. Pada mulanya sang rahib menolak permintaan mereka untuk mengobatinya. Namun, karena terus-menerus didesak, akhirnya ia bersedia. Setelah gadis tersebut berada di sisi sang rahib dan ia mulai melakukan pengobatan terhadapnya, datanglah syaitan untuk memasang perangkapnya. Syaitan terus-menerus menggoda sang rahib agar memanfaatkan kesempatan yang baik itu untuk mendekati lebih jauh pasiennya. Akhirnya, sang rahib “menggauli” gadis itu hingga hamil. Setelah ia hamil, syaitan terus berusaha menggodanya dan menjerumuskannya lebih jauh seraya membisikkan, “Sekarang aib anda akan terbuka karena sebentar lagi keluarga gadis itu akan datang kemari, maka bunuh sajalah ia. Bila keluarganya bertanya kepada Anda, katakan bahwa anak gadisnya telah mati. Lalu, sang rahib benar-benar membunuh gadis itu dan menguburnya. Setelah itu, syaitan datang kepada keluarga sang gadis dengan menggoda mereka dan memasukkan kegamangan serta kekhawatiran akan keselamatan anak gadisnya. Jangan-jangan rahib yang mengobati anaknya itu berbuat tidak senonoh, dengan menghamili, lalu membunuh dan menguburkannya. Maka datanglah mereka kepada rahib dan menanyakan mengenai kondisi anak gadisnya. Sang rahib memberikan penjelasan bahwa anak gadisnya telah mati. Mendengar keterangan itu, mereka langsung menangkap sang rahib hendak dibunuhnya karena ia telah membunuh anak gadisnya. Syaitan datang lagi kepada rahib seraya berkata, “Akulah yang mencekik anak gadis itu hingga jatuh sakit dan aku pula yang memasukkan keyakinan ke dalam hati keluarganya agar membawanya kepada anda. Sekarang saya akan menyelamatkan dan membebaskan anda dari ancaman mereka jika anda mau mematuhi aku.” Rahib berkata, “Katakan dengan cara apa?” Syaitan berkata, “Sujudlah kepadaku dua kali saja” Tanpa banyak berpikir, sang rahibpun melakukannya. Setelah itu, syaitan berkata, “Sekarang, saya angkat tangan dan tak mau tahu akan tragedi yang telah menghancurkan anda.”

“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam".(QS. Al-Hasyr : 16)


Pintu-pintu masuk syaitan :

1. Marah

2. Syahwat

3. Rakus

4. Kenyang, sekalipun makanan itu halal dan bersih

5. Senang berhias dan bermewah-mewahan dalam pakaian dan rumah

6. Sangat menginginkan terhadap milik oranglain (dengki)

7. Tergesa-gesa dan menunda-nunda

8. Harta kekayaan

9. Kikir dan takut fakir (miskin)

10. Fanatisme golongan dan merendahkan yang lain

11. Buruk sangka

12. dll.


Allahu A’lam…

Imam Al-Ghazali